Pemerintah sudah
menyiapkan model pengganti Ujian Nasional (UN), yakni Ujian Sekolah
Berstandar Nasional (USBN). Ada dua terobosan yang
membedakan secara siginifikan antara UN dan USBN.
Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, perbedaan pertama
adalah dalam USBN akan ditambahkan materi soal berupa esai. Perbedaan kedua,
materi pembuatan soal akan diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk jenjang
SMA/SMK, dan pemerintah kota/kabupaten untuk jenjang SMP.
Deskripsi UN dan USBN Tahun 2017
Namun,
pemerintah pusat akan menyisipkan beberapa pertanyaan, baik berupa pilihan
ganda atau essai yang berfungsi sebagai indikator standar nasional. Selama ini,
materi soal UN hanya berupa pilihan ganda dan dibuat sepenuhnya oleh pemerintah
pusat.
"Soal esai
ini untuk menggali kemampuan siswa agar berlatih berpikir kritis.
Selama ini
kan dalam UN tidak ada. Soal sisipan dari pemerintah pusat itu, tak akan
berbeda-beda di setiap daerah. Wong namanya standar nasional, masa
dibeda-beda," ujar Muhadjir usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi X
DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 1 Desember 2016.
Ia menyatakan,
persiapan USBN sudah mencapai 70 persen. Kemendikbud tinggal menunggu restu
dari Presiden Joko Widodo yang kemungkinan akan diputuskan pada pekan depan,
setelah menggelar rapat terbatas. "30 persen yang belum siap itu, ya
tinggal membuat soal saja. Kan harus koordinasi dengan pemerintah daerah,"
katanya

No comments:
Post a Comment